![]() |
| Wiranagara @UNIKAL Pekalongan, April 2017 |
Sebagai manusia yang mempunyai kebutuhan yang harus dipenuhi sendiri, kita tidak sepenuhnya tau bagaimana kehidupan orang lain secara detail. Sedikit informasi mengenai diri gue bukannya untuk sombong gue bukan artis, tapi gue ngga hanya sekali dua kali menjadi "penghibur" di depan panggung dalam sebuah event dari event kecil kecilan maupun event dengan konsep panggung yang megah dengan lighting yang begitu gemerlap dan wardrobe pendukung yang istimewa dan cukup mengesankan. Menyapa para penonton dengan mimik wajah yang ceria dan sok imut, ataupun mempersembahkan lagu lagu sendu yang direquest audiens untuk kita nyanyiin bareng, dan lain lain. Seru memang. Akan tetapi apakah kalian ngerasain apa yang gue rasain ketika di belakang panggung? Apakah kalian ngerasain apa yang juga dirasain oleh front entertainer lainnya sebelum berada diatas panggung? No, it is not fun as like on your mind. Please.
Entah pas jadi front entertainer ataupun jadi pihak penyelenggara eventnya yang sering gue jumpai itu ngga hanya melulu tentang fun dan keceriaan. Ada kecemasan, percekcokan, nervous, stress, dan lain lain. Gigit jari, duduk diam membungkuk sembari cemas mendengarkan briefing-an ketua penyelenggara, pengisi acara yang manja protes minta rolling rundown hingga akhirnya cekcok dengan panitia, maupun bingungnya sie acara mencari MC yang tiba tiba menghilang ketika event sedang berlangsung.
Hal tersebut baru di belakang panggung, belum lagi ketika didepan panggung MC yang dicuekin because of para audiens yang sibuk selfie di area event, atau juga para penonton yang sisi kiri request lagu Raisa, sedangkan sisi kanan request NDX hingga guest star top41 bingung mau ngelanjutin nyanyi apa pulang nangis disepanjang jalan sampe rumah peluk emaknya. Ya, semua gue sebutin diatas ngga hanya terjadi sekali dua kali. Sering, sering, dan hampir setiap kali. Hal ini bukan hanya curhatan gue sendiri, banyak temen yang tentunya juga bergelut di depan panggung ngerasain hal yang sama. Bahkan ada juga temen yang udah berjam terbang tinggi show off minimal seminggu sekali pun tapi malah curhat ke gue pengen stop dari dunia depan panggung karena alasan ngga kuat dengan vibes - vibes negatif yang ada di dunia entertain tersebut yang cukup menguras everything. "You are strong bro! That is the essential".
So, sampai disini semoga kalian bisa narik kesimpulan sendiri dan terakhir gue cuma mau berpesan, mungkin juga ini mewakili para front entertainer lainnya.
"Sebisa mungkin kami menghibur kalian yang udah rela merogoh kocek yang ngga sedikit dan nyempetin waktu buat dateng di event kami, we respect you all. Mungkin hati kami lagi bersedih karena chat ke gebetan yang tak kunjung direspon, atau pun mood kami yang lagi ngga bersahabat alhasil performa kami jadi ngga maksimal. We are so sorry, and please understand us, we are a human too like other".
Fully apreciate, thanks.

